Jawaban “besok” terdengar antusias, sampai kamu ingat masih ada masa pemberitahuan di kantor lama. Perekrut lebih menghargai tanggal yang bisa kamu tepati daripada janji cepat yang akhirnya berubah, karena tanggal itu langsung masuk ke rencana tim mereka.
Sebut tanggal paling awal yang benar-benar bisa kamu penuhi, bukan tanggal yang paling terdengar bagus. Kalau kamu masih terikat pekerjaan sekarang, hitung masa pemberitahuan ditambah waktu pindah. Jawaban yang jelas dan jujur lebih dihargai daripada jawaban cepat yang akhirnya berubah.
Kenapa pertanyaan ini muncul di akhir interview
Pewawancara menanyakan waktu mulai karena mereka sedang menyusun jadwal. Tim butuh tahu kapan posisi ini bisa terisi, dan apakah ada pelamar lain yang bisa masuk lebih cepat.
Pertanyaan ini juga muncul sebagai basa-basi penutup. Artinya bukan kamu sudah diterima, tapi juga bukan tanda kamu ditolak. Jawab dengan tenang, jangan berlebihan membaca situasinya.
Yang perlu kamu siapkan hanya satu hal, tanggal yang bisa kamu sebut tanpa ragu kalau ditanya ulang besok.
Apa yang sebenarnya diukur dari jawabanmu
- Kejelasan, apakah kamu tahu kondisi dan komitmenmu sendiri.
- Kejujuran, apakah kamu menyebut hal yang benar-benar bisa dipenuhi.
- Profesionalisme, apakah kamu menghormati proses di tempat kerja sekarang.
- Fleksibilitas, apakah kamu bisa menyesuaikan diri kalau ada kebutuhan mendesak.
Perhatikan poin ketiga. Menjawab besok bisa membuat pewawancara senang, tapi kalau kamu meninggalkan pekerjaan sekarang tanpa pemberitahuan, mereka akan membayangkan hal yang sama terjadi pada mereka.
Cara menghitung tanggal yang realistis
Mulai dari hari ini, lalu tambahkan semua hal yang harus kamu selesaikan sebelum bisa bekerja penuh waktu.
- Masa pemberitahuan di tempat kerja sekarang, sesuai kontrak atau kesepakatan.
- Waktu untuk menyelesaikan serah terima pekerjaan.
- Waktu pindah kalau lokasi kerja berbeda kota.
- Waktu untuk urusan administratif, misalnya penyelesaian studi.
- Sisakan satu sampai dua hari sebagai cadangan.
Setelah mendapat tanggalnya, bulatkan ke awal minggu berikutnya. Tanggal yang jatuh di awal pekan lebih mudah diingat dan lebih rapi untuk dijadwalkan.
Kalau kamu masih terikat pekerjaan
Sebutkan masa pemberitahuan secara langsung. Contohnya, saya perlu memberi pemberitahuan satu bulan di tempat kerja sekarang, jadi saya bisa mulai pada awal bulan berikutnya.
Kalau kamu belum mengundurkan diri, jangan mengatakannya seolah sudah pasti. Katakan bahwa kamu akan mengajukan pengunduran diri setelah ada kepastian dari perusahaan ini. Itu menunjukkan kamu tidak bertindak terburu-buru, tapi juga tidak menahan proses.
Jangan menyebut tanggal yang membuatmu harus melanggar kontrak. Kalau pewawancara mendesak, jelaskan bahwa kamu ingin menyelesaikan tanggung jawab dengan benar, dan tawarkan untuk membantu lewat jalur komunikasi setelah jam kerja kalau memang mendesak.
Kalau kamu masih kuliah atau menunggu wisuda
Sebut perkiraan bulan lulus, bukan tanggal wisuda, karena tanggal wisuda sering bergeser. Tambahkan waktu untuk menyelesaikan hal administratif kalau memang ada.
Kalau kuliahmu hampir selesai dan hanya menyisakan skripsi, kamu bisa menjelaskan bahwa kamu bisa mulai bekerja sambil menyelesaikan sisanya, asalkan jadwalnya bisa diatur. Tawarkan hal ini hanya kalau kamu yakin bisa menjalankannya.
Jangan menjanjikan bisa mulai besok sementara masih ada kewajiban akademik yang belum selesai. Kalau nanti kamu harus minta izin terus-menerus di awal masa kerja, kesan pertamamu akan rusak.
Kalau kamu sedang tidak bekerja
Ini situasi paling mudah. Kamu bisa menyebut ketersediaan segera, misalnya bisa mulai kapan saja atau bisa mulai awal pekan depan.
Tetap sebutkan tanggal, bukan hanya kata segera. Tanggal membuat jawabanmu konkret dan memudahkan mereka mencatat. Kalau kamu butuh waktu untuk urusan pribadi yang singkat, sebutkan berapa lama.
Kalau kamu sedang menganggur cukup lama, jangan merasa perlu menjelaskan alasannya di sini. Pertanyaan ini tentang kapan kamu bisa mulai, bukan tentang riwayatmu.
Jangan menjawab dengan pertanyaan balik terlalu cepat
Menanyakan balik kapan mereka butuh kamu masuk itu wajar, tapi jangan dijadikan jawaban pertama. Kalau kamu hanya bertanya balik tanpa menyebut ketersediaanmu, kesannya kamu belum memikirkan komitmen sendiri.
Urutan yang aman adalah sebutkan ketersediaanmu lebih dulu, lalu tawarkan penyesuaian. Contohnya, saya bisa mulai awal bulan depan, tapi kalau tim butuh lebih cepat, saya bisa mengusahakan seminggu lebih awal.
Tiga contoh jawaban yang siap dipakai
Pilih yang paling dekat dengan kondisimu, lalu sesuaikan tanggalnya.
Saya perlu memberi pemberitahuan satu bulan di tempat kerja sekarang. Kalau prosesnya lancar, saya bisa mulai pada awal bulan depan, dan saya akan memastikan serah terima pekerjaan selesai sebelum tanggal itu.
Saat ini saya sedang menyelesaikan skripsi dan sidang saya dijadwalkan bulan depan. Setelah itu saya bisa mulai bekerja penuh waktu, jadi paling cepat awal bulan berikutnya.
Saya bisa mulai kapan saja. Kalau memang dibutuhkan, saya siap masuk awal pekan depan setelah menerima kepastian dan menandatangani perjanjian kerja.
Tabel: jangan begini, begini
| Jangan begini | Begini |
|---|---|
| Besok saja bisa, Pak | Saya bisa mulai awal pekan depan, tanggal dua puluh |
| Nanti saya kabari lagi ya | Saya perlu waktu satu bulan untuk pemberitahuan, jadi bisa mulai awal bulan depan |
| Belum tahu, tergantung situasi | Saya masih menyelesaikan studi, perkiraan siap mulai bulan depan |
| Meninggalkan pekerjaan sekarang tanpa pemberitahuan | Menyelesaikan masa pemberitahuan sesuai kontrak |
| Menyebut tanggal yang belum kamu pastikan | Menyebut tanggal yang sudah kamu hitung dan siap penuhi |
| Menjawab dengan pertanyaan balik saja | Menyebut ketersediaan lalu menawarkan penyesuaian |
| Menjanjikan bisa mulai sambil kuliah penuh waktu | Menjelaskan jadwal yang benar-benar bisa kamu jalani |
Kalau situasinya begini
Masa pemberitahuanmu dua bulan
Sebutkan apa adanya, lalu jelaskan alasannya singkat, yaitu kontrak dan tanggung jawab serah terima. Kalau perusahaan sangat membutuhkan, tanyakan apakah ada kemungkinan negosiasi dengan atasanmu. Jangan menjanjikan percepatan sebelum kamu benar-benar menanyakannya.
Kamu punya tawaran lain yang menunggu jawaban
Jangan memakai tawaran lain sebagai tekanan. Kamu bisa menyebut bahwa kamu sedang dalam proses di tempat lain dan diminta memberi jawaban dalam waktu dekat, tapi sampaikan dengan tenang. Tujuannya memberi informasi, bukan mengancam.
Kamu harus pindah kota
Perhitungkan waktu untuk mencari tempat tinggal dan mengurus kepindahan. Sebut rentang yang wajar, misalnya dua sampai tiga minggu setelah kepastian diterima. Kalau kamu belum pernah ke kota itu, jangan menyebut tanggal yang terlalu optimistis.
Mereka meminta kamu masuk lebih cepat dari kesanggupanmu
Jawab dengan batas yang jelas, lalu tawarkan jalan tengah. Contohnya, kamu belum bisa penuh waktu, tapi bisa membantu beberapa jam setelah jam kerja selama masa transisi. Tawaran seperti ini menunjukkan niat baik tanpa melanggar komitmen yang sudah ada.
Beda antara bisa mulai dan bersedia mulai
Bisa mulai berbicara soal ketersediaan waktu. Bersedia mulai berbicara soal kesiapan mental dan komitmen. Pewawancara sering mendengar keduanya bercampur, jadi pisahkan saat kamu menjawab.
Kalau kamu menyebut tanggal, pastikan kamu juga menunjukkan kesiapan. Satu kalimat tambahan seperti saya sudah menyiapkan diri untuk mulai pada tanggal itu membuat jawabanmu terasa lebih mantap.
Kalau mereka menawarkan tanggal yang lebih awal
Jangan langsung menyetujui karena gugup. Ulangi tanggal yang mereka sebut, lalu konfirmasi apakah itu tanggal masuk atau tanggal penawaran kerja. Dua hal itu berbeda dan sering tertukar.
Kalau kamu bisa memenuhinya, setujui dengan jelas. Kalau tidak, sebutkan tanggal paling awal yang bisa kamu penuhi dan alasan singkatnya. Perekrut lebih menghargai jawaban yang bisa dipegang daripada janji yang berubah dua hari kemudian.
FAQ seputar waktu mulai kerja
Apakah boleh bilang bisa mulai kapan saja?
Boleh, dan itu jawaban yang kuat kalau kamu memang sedang tidak terikat apa pun. Tetap sebutkan tanggal konkret, misalnya awal pekan depan, agar jawabanmu tidak terdengar seperti basa-basi.
Apakah perlu menyebut gaji saat membahas waktu mulai?
Tidak, kecuali pewawancara membukanya lebih dulu. Waktu mulai dan besaran gaji adalah dua hal berbeda. Kalau pembicaraan bergeser ke gaji, ikuti arahnya dan jawab dengan angka yang sudah kamu siapkan.
Bagaimana kalau saya butuh waktu untuk urusan keluarga?
Sebutkan kebutuhan waktunya tanpa harus menjelaskan detail pribadinya. Contohnya, saya butuh sekitar dua minggu untuk menyelesaikan urusan keluarga, jadi bisa mulai awal bulan depan. Perekrut biasanya tidak menuntut cerita lengkap.
Ringkasan singkat
- Sebut tanggal paling awal yang benar-benar bisa kamu penuhi, bukan tanggal yang terdengar paling bagus.
- Hitung dari masa pemberitahuan, serah terima, dan waktu pindah, lalu bulatkan ke awal minggu.
- Kalau masih kuliah, sebut perkiraan bulan lulus dan bukan tanggal wisuda.
- Kalau sedang tidak bekerja, sebut ketersediaan segera dengan tanggal yang konkret.
- Kalau diminta lebih cepat, beri batas yang jelas dan tawarkan jalan tengah.
Pertanyaan waktu mulai biasanya muncul setelah pertanyaan tentang ekspektasi. Siapkan juga jawaban berapa gaji yang diinginkan dan rencana lima tahun ke depan agar seluruh sesi berjalan lancar. Kalau setelah itu kamu perlu menolak tawaran, gunakan panduan cara menolak panggilan interview supaya tetap sopan.













