Pertanyaan ini sering dijawab dengan satu kalimat aman: “ingin berkembang bersama perusahaan.” Kedengarannya sopan, tapi tidak memberi pewawancara gambaran apa pun tentang cara kamu berpikir. Mereka tidak mencari ramalan, hanya ingin tahu apakah arahmu masuk akal untuk posisi ini.
Jawab dengan arah, bukan dengan naskah lengkap. Pewawancara tidak mencari ramalan, tapi ingin tahu apakah rencanamu masuk akal untuk posisi ini. Sebutkan keterampilan yang ingin kamu kuasai, peran yang ingin kamu tuju, dan bagaimana posisi ini menjadi langkah pertamanya.
Kenapa pertanyaan rencana lima tahun selalu muncul
Pertanyaan ini bertahan bukan karena pewawancara kehabisan ide. Ada tiga hal yang mereka cari, yaitu apakah kamu sudah memikirkan karier, apakah arahmu sejalan dengan posisi ini, dan apakah kamu cukup realistis.
Perusahaan tahu tidak semua orang bertahan selamanya. Yang mereka hindari adalah orang yang datang tanpa rencana, karena biasanya juga bekerja tanpa arah.
Karena itu, jawaban yang terlalu muluk sama bermasalahnya dengan jawaban yang kosong. Kamu tidak perlu mengaku akan menjadi direktur dalam lima tahun, dan kamu juga tidak perlu bilang belum tahu.
Apa yang sebenarnya dinilai dari jawabanmu
- Kejelasan arah, apakah kamu tahu bidang yang ingin kamu tekuni.
- Kesesuaian dengan posisi, apakah rencanamu bisa tumbuh di jalur ini.
- Realisme, apakah langkah yang kamu sebut masuk akal untuk lima tahun.
- Kerendahan hati, apakah kamu sadar masih perlu belajar.
- Konsistensi, apakah jawabanmu cocok dengan yang kamu tulis di CV.
Perhatikan poin terakhir. Kalau CV-mu menunjukkan minat di bidang data tapi kamu menjawab ingin membuka usaha kuliner, pewawancara akan bingung. Bukan karena usaha kuliner salah, tapi karena arahnya tidak nyambung dengan lamaranmu.
Jangan menjawab tidak tahu
Jawaban belum tahu terdengar jujur, tapi meninggalkan kesan bahwa kamu melamar tanpa berpikir. Kalau kamu memang belum punya rencana rinci, jawab dengan arah yang lebih umum tapi tetap terhubung ke posisi ini.
Kamu bisa mengatakan bahwa dalam dua sampai tiga tahun ke depan kamu ingin menguasai dasar pekerjaan ini sepenuhnya, lalu mengambil tanggung jawab yang lebih besar di area yang sama. Itu sudah cukup menunjukkan arah.
Jangan juga mengaku ingin mengambil posisi pewawancaramu
Kejujuran soal ambisi itu baik, tapi penyampaiannya perlu dijaga. Mengatakan ingin menjadi kepala bagian tempat pewawancara bekerja saat ini bisa terdengar mengancam, terutama kalau disampaikan tanpa konteks.
Ubah fokusnya. Dari mengejar jabatan menjadi menguasai kemampuan. Contohnya, kamu ingin dipercaya menangani proyek yang lebih besar atau membimbing rekan yang baru masuk. Kalimat itu menunjukkan ambisi tanpa menyinggung siapa pun.
Kerangka jawaban tiga bagian
Gunakan urutan sederhana. Pertama, sebutkan hal yang ingin kamu kuasai dalam waktu dekat. Kedua, sebutkan peran atau tanggung jawab yang ingin kamu pegang setelahnya. Ketiga, hubungkan keduanya dengan posisi yang sedang kamu lamar.
Untuk bagian pertama, pilih satu atau dua keterampilan yang memang dipakai di posisi itu. Untuk bagian kedua, pilih arah yang wajar, misalnya menjadi rujukan di tim atau menangani klien sendiri.
Untuk bagian ketiga, jelaskan bahwa posisi ini adalah tempat kamu belajar tahap pertama. Kalimat ini penting karena menunjukkan kamu melihat lowongan ini sebagai bagian dari rencana, bukan sekadar tempat singgah.
Cara menyesuaikan jawaban dengan posisi
Untuk posisi teknis, arah yang wajar adalah memperdalam keahlian lalu menjadi rujukan bagi rekan satu tim. Untuk posisi yang berhubungan dengan pelanggan, arahnya bisa menangani hubungan dengan klien yang lebih besar atau memperbaiki proses layanan.
Untuk posisi administrasi, arahnya bisa menguasai alur kerja secara menyeluruh lalu membantu menyusun prosedur yang lebih rapi. Untuk posisi kreatif, arahnya bisa mengerjakan proyek yang lebih besar atau mengembangkan satu jenis keahlian sampai mendalam.
Perhatikan bahwa semua contoh di atas tidak menyebut jabatan secara spesifik. Yang disebut adalah pekerjaan dan tanggung jawab, karena itu yang bisa kamu kendalikan.
Tiga contoh jawaban yang siap dipakai
Sesuaikan isinya dengan bidangmu. Yang penting adalah polanya, yaitu dekat, menengah, lalu hubungannya dengan posisi ini.
Dalam satu sampai dua tahun, saya ingin benar-benar menguasai alur kerja di posisi ini, termasuk hal teknis yang sekarang masih saya pelajari. Setelah itu, saya berharap bisa dipercaya menangani proyek sendiri dan membantu rekan yang baru bergabung. Bagi saya, posisi ini adalah tempat saya membangun dasar itu.
Lima tahun mungkin terlalu jauh untuk dipastikan, tapi arah saya jelas. Saya ingin tumbuh di bidang layanan pelanggan, mulai dari memahami kebutuhan pengguna sampai ikut memperbaiki cara tim menangani keluhan. Saya melihat posisi ini sebagai langkah pertama yang tepat untuk itu.
Saya ingin menjadi orang yang bisa diandalkan di bidang ini, bukan hanya yang bisa menyelesaikan tugas. Dalam jangka pendek saya fokus memperdalam keterampilan analisis data, lalu saya berharap bisa membantu tim mengambil keputusan berdasarkan data. Posisi ini memberi saya kesempatan memulai dari pekerjaan nyata.
Tabel: jangan begini, begini
| Jangan begini | Begini |
|---|---|
| Saya belum tahu, saya jalani saja dulu | Saya ingin menguasai dasar pekerjaan ini dalam dua tahun pertama |
| Saya ingin jadi direktur di perusahaan ini | Saya ingin dipercaya menangani proyek yang lebih besar |
| Saya ingin membuka usaha sendiri suatu hari | Saya ingin menguasai sisi operasional sebelum memutuskan langkah berikutnya |
| Menyebut rencana yang tidak berhubungan dengan posisi | Menghubungkan rencana dengan pekerjaan yang dilamar |
| Menjawab dengan satu kalimat lalu diam | Menjelaskan tahap dekat, tahap berikutnya, dan hubungannya dengan posisi |
| Menjanjikan hal yang tidak bisa kamu kendalikan | Menyebut hal yang bisa kamu usahakan sendiri |
| Mengulang isi CV tanpa menjelaskan arah | Menjelaskan arah karier dengan singkat dan konkret |
Kalau situasinya begini
Kamu benar-benar belum punya rencana
Jujur saja, lalu ubah pertanyaannya menjadi hal yang lebih dekat. Katakan bahwa kamu belum mengunci target jabatan, tapi kamu tahu keterampilan apa yang ingin kamu kuasai dari posisi ini. Jawaban seperti itu tetap menunjukkan arah tanpa berpura-pura punya peta lengkap.
Kamu berencana melanjutkan studi
Sampaikan kalau memang relevan, tapi jelaskan hubungannya dengan pekerjaan. Misalnya, kamu ingin mengambil studi lanjut di bidang yang sama setelah beberapa tahun bekerja agar punya dasar praktik. Jangan menyebut rencana yang membuat pewawancara menduga kamu akan segera pergi.
Kamu ingin pindah bidang dalam beberapa tahun
Pilih satu bagian dari rencana itu yang tetap berguna untuk posisi sekarang. Kalau kamu ingin pindah ke bidang manajemen produk, sebut bahwa kamu ingin dulu memahami cara kerja tim teknis dan kebutuhan pengguna. Itu masuk akal dan tidak menutup peluangmu.
Kamu melamar posisi yang berbeda dari latar belakangmu
Gunakan jawaban ini untuk menjelaskan perpindahanmu secara positif. Sebut keterampilan dari latar belakang lamamu yang bisa kamu bawa, lalu jelaskan tahap yang ingin kamu capai di bidang baru. Ini kesempatan menunjukkan bahwa perpindahanmu sudah dipikirkan.
Kesalahan yang sering terjadi
Kesalahan pertama adalah menjawab terlalu panjang sampai kehilangan inti. Cukup tiga sampai empat kalimat, lalu berhenti dan beri ruang kalau pewawancara ingin bertanya lebih jauh.
Kesalahan kedua adalah menyebut angka target yang tidak jelas asalnya, misalnya ingin memimpin sejumlah orang dalam waktu tertentu. Kalau tidak bisa kamu jelaskan dasar pemikirannya, lebih baik tidak menyebut angka.
Kesalahan ketiga adalah menjawab dengan rencana yang sama sekali tidak menyinggung pekerjaan yang dilamar. Pewawancara akan menyimpulkan kamu melamar ke banyak tempat tanpa arah.
Cara menjawab kalau pewawancara menekan lebih jauh
Kadang mereka bertanya, jadi apa rencanamu kalau posisi itu tidak kamu dapat? Jawab dengan tenang. Kamu bisa mengatakan bahwa kamu akan tetap membangun keterampilan yang sama, karena arahnya tidak bergantung pada satu perusahaan.
Kalau mereka bertanya, apakah kamu akan bertahan selama itu, jawab dengan jujur bahwa kamu tidak bisa menjanjikan masa depan, tapi kamu bisa menjelaskan alasan kamu ingin tumbuh di bidang ini. Jawaban yang jujur lebih meyakinkan daripada janji panjang.
FAQ seputar pertanyaan rencana lima tahun
Apakah boleh menyebut keinginan punya usaha sendiri?
Boleh, kalau kamu jelaskan bahwa kamu ingin belajar lebih dulu. Yang membuat jawaban itu berisiko adalah kesan bahwa kamu akan memakai perusahaan sebagai tempat latihan singkat. Sebutkan keterampilan yang ingin kamu kuasai di sini terlebih dahulu.
Berapa lama idealnya menjawab pertanyaan ini?
Cukup tiga sampai empat kalimat, sekitar setengah menit. Jawaban yang terlalu pendek terasa tidak siap, jawaban yang terlalu panjang membuat pewawancara kehilangan intinya.
Apakah harus menyebut jabatan tertentu?
Tidak harus. Menyebut jenis tanggung jawab biasanya lebih aman dan lebih meyakinkan daripada menyebut jabatan. Jabatan bergantung pada keputusan perusahaan, sedangkan keterampilan bergantung pada usahamu.
Ringkasan singkat
- Jawab dengan arah, bukan dengan naskah lengkap atau ramalan.
- Susun jawaban dalam tiga bagian, keterampilan terdekat, tanggung jawab berikutnya, lalu hubungannya dengan posisi ini.
- Hindari menjawab belum tahu, dan hindari menyebut jabatan orang yang sedang mewawancaraimu.
- Sesuaikan arah jawaban dengan jenis pekerjaan yang dilamar.
- Jaga jawaban tetap tiga sampai empat kalimat, lalu berhenti dan beri ruang untuk pertanyaan lanjutan.
Pertanyaan rencana karier biasanya muncul bersama pertanyaan lain di akhir sesi. Siapkan juga jawaban untuk kenapa kami harus menerima Anda dan berapa gaji yang diinginkan agar kamu tidak terdiam saat sesi berlangsung cepat.














